Palpitasi

palpitasi terus menerus ini benar benar menjengkelkan
padahal harusnya sudah lama hilang
oh
sebentar
harusnya?
memang “yang seharusnya” itu seperti apa?
haha

kau tahu apa rasanya,
ada dentuman yang tidak menentu
merongrong setiap waktu
membatu
menetap di dalam dadamu
dan hinggap saja di situ?
menjengkelkan

bayangkan
stimulus serupa
selama beberapa lama
menghasilkan respon yang berbeda
maka kubayangkan kau sedang tertawa
mengamati air muka mereka yang membaca
beberapa hal tetap sama
lainnya, kulihat ada yang berubah, ya?

siapa sangka

palpitasi

palpitasi

palpitasi

kemudian

candu.

terlambat!

(7 Desember 2014)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s