Hilang

Ramadhan tahun ini bercerita tentang banyak kehilangan. Namanya memang bulan suci, tapi toh masih banyak bajingan di dalamnya yang bahkan tidak mau menahan dirinya untuk sebulan penuh berkah ini. Mendapati berita kehilangan ini dan itu dalam waktu dekat semakin membuat mati rasa karena tidak tahu lagi harus bersikap seperti apa selain merasa duka yang nyatanya toh tidak lagi tergurat di muka tapi menghujam jauh ke dalam. Baik menerima ataupun menyampaikan berita duka, keduanya terasa menyebalkan. Kau tak tahu intonasi dan raut wajah apa yang sebaiknya dimunculkan karena dirimu sendiri ternyata merasa datar. Kehilangan telah menguliti perasaanmu sedemikian rupa hingga tak tersisa apa-apa untuk ditampilkan.

Ini bisa jadi tentang materi, tapi mau tak mau ikut memaksa kita untuk menerima bahwa hidup adalah soal mengikhlaskan, setelah kutukan-kutukan yang keluar tanpa sadar.

Untuk menghibur diri, mari sejenak mengutip Rumi: Don’t grieve. Anything you lose comes around in another form. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s