Disiplin

Dulu pernah ada suatu masa dimana saya terlena dengan nikmatnya mengorganisasi banyak kegiatan hingga akademis sedikit-banyak terlupakan. Klise sekali, bukan? Dan sekarang, saya seperti dihadapkan kembali pada kejadian serupa. Bedanya, saya masih bisa mencegahnya dengan berkata tidak, tapi entah apa yang keluar dari mulut saya ini. Meluncur lebih cepat dari apa yang seharusnya otak saya proses terlebih dahulu. Saya harap hasilnya tidak bermuara pada kekecewaan yang sama. Ekspektasi yang mengerikan, ya?

Sejak awal tahun ini saya sering berdoa agar diri saya menjadi lebih disiplin. Mungkin ini salah satu jalan yang Ia tunjukkan untuk membantu saya mewujudkannya. Semoga.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s